Apa itu Ecofarming dan Bagaimana Manfaatnya

Akhir-akhir ini, banyak orang membicarakan tentang ecofarming. Namun, belum banyak yang mengetahui definisi dari ecofarming. Orang-orang juga belum tahu manfaat dari ecofarming. Maka, Anda dapat membaca artikel ini. Kami akan membahas secara lengkap ecofarming dan mengapa penting bagi Anda untuk mengetahuinya.

Apa yang dimaksud dengan ecofarming?

Ecofarming merupakan singkatan dari ecological farming. Ecofarming adalah strategi pertanian dengan prinsip pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Dengan kata lain, ecofarming adalah sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Ecofarming bukan jenis pupuk atau produk pertanian tertentu. Ecofarming merupakan cara petani menjalankan kegiatan pertanian yang aman dan minim limbah.

Ecofarming tak hanya mencakup pertanian dan perkebunan juga. Kehutanan, peternakan, hingga perikanan juga termasuk ke dalam ecofarming.

Ecofarming dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bahkan, strategi pertanian ramah lingkungan ini sangat cocok diterapkan oleh petani dengan modal rendah dan lahan sempit.

Siapa saja dapat menjalankan ecofarming selama memahami prinsip-prinsip berkelanjutan. Artinya, kegiatan pertanian yang dilakukan harus mengutamakan kelestarian alam.

Salah satu contohnya adalah tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya.Selain itu, dalam ecofarming, setiap yang dihasilkan dari alam dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Sehingga limbah yang dihasilkan dapat seminimal mungkin. Contohnya, bila melakukan kegiatan peternakan, maka kotoran hewan dijadikan pupuk. Semua produk organik yang dihasilkan dapat digunakan dengan maksimal.

Apa saja jenis dari ecofarming?

Dalam ecofarming, dikenal tiga jenis utama konsep pertanian yaitu:

  1. Biodinamik agrikultur

Konsep biodinamik agrikultur ditemukan pada 1924 oleh Rudolf Steiner. Pada ecofarming jenis ini, lahan pertanian dianggap sebagai organisme yang hidup. Untuk menjaga tanah tetap subur, petani menggunakan pupuk kompos dan cover crop (tanaman penutup tanah).

  1. Permakultur

Permakultur ditemukan pada 1970-an oleh David Holmgreen dan Bill Mollison. Dalam permakultur, petani mengembangkan ekosistem pertanian produktif. Jadi, permakultur meniru bagaimana tanaman tumbuh di ekosistem alaminya. Hal ini membuat pekerjaan petani dalam mengurus lahan menjadi lebih sedikit.

  1. Pertanian alami

Konsep pertanian alami diciptakan oleh Masanobu Fukuoka. Pertanian ini menggunakan siklus alam, sehingga tanaman tumbuh tanpa pupuk dan pestisida. Benih yang akan ditanam dicampur terlebih dahulu dengan pupuk humus atau pupuk kompos. Lalu, benih akan dibentuk bola-bola dan ditanam pada lahan pertanian.

Apakah ecofarming sama dengan pertanian organik?

Ecofarming berbeda dengan pertanian organik. Dalam ecofarming, petani diharapkan untuk menekan produksi limbah pertanian. Ecofarming juga menekankan prinsip daur ulang. Contohnya, limbah pertanian yang diolah menjadi pakan ternak. Tujuannya, agar elemen-elemen dalam pertanian bekerja dengan cara simbiosis mutualisme.

Namun, pertanian organik memiliki konsep berbeda. Dalam pertanian organik, petani tidak boleh menggunakan produk-produk kimia. Petani juga tidak boleh menggunakan benih yang dimodifikasi secara genetik. Selain itu, produk pertanian yang diklaim organik harus melalui proses sertifikasi.

Petani tak dapat asal mengakui bahwa produk pertaniannya ditanam secara organik. Petani harus mampu membuktikan bahwa seluruh tahapan pertaniannya organik. Bila telah mendapatkan sertifikasi, maka petani dapat menjual produknya dengan label organik.

Bagaimana prinsip pelaksaan ecofarming?

Menurut Green Peace–lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan–ada tujuh prinsip dalam ecofarming:

  1. Kedaulatan pangan

Produsen dan konsumen mengendalikan kedaulatan pangan. Produsen dan konsumen menentukan bagaimana makanan diproduksi.

  1. Menghargai mata pencaharian pedesaan

Pertanian ramah lingkungan berdampak positif pada ekonomi di pedesaan. Pertanian ramah lingkungan dapat memerangi kemiskinan dan membangun desa. 

  1. Produksi dan hasil pangan yang lebih cerdas

Hasil panennya dapat lebih tinggi dibanding pertanian konvensional. Sehingga, tak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal tetapi juga kebutuhan pangan dunia.

  1. Keanekaragaman hayati

Dalam ecofarming, petani didorong untuk melakukan pertanian polikultur (tumpang sari). Sebaliknya, petani didorong menghindari monokultur seperti jagung dan kedelai. Tumpang sari dapat meningkatkan laju produksi tanaman dan mengendalikan gulma. Kerja petani pun menjadi lebih ergonomis.

  1. Tanah yang berkelanjutan

Tanah menjadi lebih subur dan lebih gembur karena penggunaan produk-produk ramah lingkungan. Contohnya adalah penggunaan pupuk humus, pupuk kompos, atau pupuk organik hayati Dinosaurus.

  1. Perlindungan hama ekologis

Petani didorong mengendalikan hama dan gulma dengan cara alami sehingga lebih aman terhadap alam. Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertanian pun dapat ditekan.

  1. Ketahanan pangan

Dengan praktik pertanian tumpang sari, petani dapat lebih berdaya. Petani tak mudah terpengaruh bila harga panen jatuh. Selain itu, ketahanan pangan dapat lebih terjamin. Bila ada kegagalan panen terhadap satu jenis tanaman, tanaman lain yang masih bertahan dapat menjadi sumber konsumsi.

Bagaimana contoh penerapan ecofarming?

  1. Limbah peternakan seperti kotoran sapi dan kambing diolah menjadi pupuk kandang. Pupuk tersebut digunakan di lahan pertanian. Sebaliknya, limbah sisa pertanian diolah menjadi pakan ternak. Contohnya adalah jagung, kelapa sawit, dan dedak.
  2. Petani menanam tanaman yang dapat meningkatkan kesejahteraan lebah dan burung. Sebagai timbal baliknya, lebah dan burung akan membantu penyerbukan bunga pada tanaman.
  3. Ketika menangkap ikan, nelayan harus menghindari penggunaan bom ikan. Tujuannya agar bom tersebut tidak mencemari atau merusak lingkungan.. Dengan menghindari penggunaan bom, maka nelayan memastikan terumbu karang tetap aman. Terumbu karang menjadi tempat tinggal dan berkembang biak biota laut yang akan dikonsumsi manusia.

Bagaimana manfaat ecofarming terhadap lahan pertanian?

  1. Mengurangi erosi tanah
  2. Meningkatkan kesuburan tanah
  3. Penggunaan sumber daya alam yang lebih besar dan lebih optimal
  4. Kebutuhan modal yang lebih rendah
  5. Peningkatan produksi hasil panen
  6. Polusi yang lebih rendah
  7. Baik untuk komunitas pedesaan
  8. Mudah dipraktikkan
  9. Menghasilkan produk pertanian yang rasanya lebih enak
  10. Lebih tahan terhadap perubahan iklim
Chinese (Simplified)EnglishIndonesian
×