Pupuk Hayati dan Hobi Tambulampot

Pohon ara (tin) tambulampot

Hobi baru pada masa pandemi saat ini adalah tambulampot (tanaman buah dalam pot). Hobi baru ini saat ini ngetrend. Sebelum terjun ke hobi tambulampot, seyogyanya mengenal lebih dahulu apa saja yang dibutuhkan untuk tambulampot. Karena biasanya pohon ini ditanam di tanah, sebaiknya ada inovasi untuk tambulampot ini. Artinya tanaman itu harus diperlihara ekstra ketat terutama dengan cara pemupukannya. Pakailah pupuk cair hayati mikroba untuk membenahi tanah Anda. Jangan lupa sertakan juga pupuk kandang yang sudah layak dipakai untuk pemupukan. Pupuk hayati Dinosaurus dapat dipakai sebagai booster tambulampot.

Pupuk Hayati dan Hobi Tambulampot Read More »

Bagaimana peran pupuk organik hayati di bidang pertanian?

Peran pupuk organik hayati saat ini menjadi begitu pentingnya mengingat kondisi pertanian pada umumnya terus mengalami kemunduran. Petani pada umumnya sangat murah hati untuk “menggelontor” pupuk anorganik (kimia) serta pestisida dengan cara yang tidak bijak. Maksud hati untuk meningkatkan produksi pertaniannya, tetapi hasilnya bukan seperti diharapkan. Hasil akhirnya adalah hasil pertanian yang terus menurun sementara hama terus menyerang tanamannya.

Dengan kita berbalik kepada pupuk organik hayati, maka kualitas mau pun kuantitas pertanian akan diperoleh, serta tanahnya akan menjadi sehat sertga ramah lingkungan.

Bagaimana peran pupuk organik hayati di bidang pertanian? Read More »

Bagaimanakah Mekanisme Pupuk Organik Hayati?

Bagaimana mekanisme pupuk organik hayati? Tentu Ini pertanyaan yang menarik. Bukankah pupuk non hayati seperti urea, NPK, dll masih banyak di pasaran.  Mungkin harganya jauh lebih murah dari pada pupuk organik atau pupuk organik hayati. Hal ini terutama untuk membantu petani, maka pemerintah juga membangun pabrik pupuk bersubsidi dengan tingkat harga yang murah. Saat ini

Bagaimanakah Mekanisme Pupuk Organik Hayati? Read More »

Ciri Khas Pertanian Kita Tidak Produktif Lagi

Apakah ciri pertanian tidak produktif? Menurut beberapa informasi, sejak tahun 90 an, kerusakan lingkungan semakin parah. Ada berbagai keluhan dari petani seperti tanah menjadi keras, tanah terasa panas,  sukar diolah, produksi menurun, serangan hama yang bertubi-tubi, serta gagal panen. Menurut lembaga penelitian pertanian  sebagaimana dilaporkan bahwa sebagian besar tanah pertanian Indonesia dianggap sudah rusak. Kerusakan

Ciri Khas Pertanian Kita Tidak Produktif Lagi Read More »

×