Langah Petani Mendatang Setelah Pupuk Subsidi Berkurang

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini lebih selektif dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. “Anggaran untuk pupuk subsidi memang dikurangi agar pupuk bisa lebih maksimal dan bermanfaat bagi petani yang membutuhkan,” kata Mentan dalam keterangan tertulis, Senin (20/07/2020). Ditambahkan pula bahwa Anggaran Dikurangi,  dan Kementan Makin Selektif Salurkan Pupuk Bersubsidi. Sekiranya pernyataan Mentan itu valid, maka apa langkah petani mendatang setelah pupuk subsidi berkurang? Hal ini perlu dipertanyakan karena para petani sudah tidak akan mudah memperoleh pupuk subsidi.

Apa langkah petani mendatang setelah pupuk subsidi berkurang?

Tentu saja petani tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada pupuk subsisi. Petani harus kerja keras, dan kerja cerdas dalam menentukan pilihannya di masa mendatang. Ketergantungan sepenuhnya pada pupuk subsidi ada cacat celanya. Ini bisa membuat petani “blunder” dalam menentukan ke mana arah pertaniannya yang akan datang. Jika kita berani mengoreksi diri dan mau mengevulasi pertanian kita, maka akan tahu ke arah mana pertanian Indonsesia yang akan datang. Mengapa? Pertanian yang selama ini mengandalkan pada pupuk subsidi, tidak menjadikan pertanian kita makin sehat, tapi justru sebaliknya. Tapi karena para petani sudah terlanjur “gandrung” dengan pupuk subsidi, mau tidak mau para petani sangat menyukai pupuk subsidi ini karena selain harga murah dan mudah didapatkan di mana-mana.

Tapi kalau penjelasan Menteri Pertanian di atas benar bahwa pupuk subsidi akan disalurkan selektif berarti akan terjadi penguranga pupuk subsidi ini secara signifikan. Sekiranya ini memang akan terjadi di masa mendatang, para petani harus berubah haluan. Petani tidak semata mempercayakan pupuknya pada pupuk subsidi, tapi pupuk non subsidi. Apakah pupuk non subsidi juga akan diproduksi oleh pemerintah atau juga diberikan keleluasan kepada pihak swasta?  Apakah pupuk non subsidi ini dalam bentuk butir atau cair?

Ini semua masih belum jelas.  Tapi yang pasti para petani harus siap menerima keadaan. Para petani harus mengubah haluannya untuk tidak  semata  bergantung kepada pupuk subsidi pemerintah, tetapi siap menerima pupuk non subdidi entah itu dalam bentuk granul atau pun cair.

Apakah petani berani kembali ke pertanina leluhur kita?

Bagaimanakah pertanian leluhur kita? Yang pasti pertaniannya tidak mengandalkan pada pupuk anorganik (kimia), tetapi kepada pupuk organik dalam bentuk pupuk kandang atau pupuk hijau.  Apa yang terjadi? Pertaniannya subur dan boleh dikatakan  tidak diserang hama (penyakit) seperti saat ini yang sering terjadi.

Di saat pemerintahan Orde Baru ingin swasembada pangan, dan adanya revolusi hijau di mana pemakaian pupuk anorganik diperkenalkan kepada para petani, maka para petani mulai memakai pupuk anorganik.  Terjadilah  pertanian padi  yang bagus. Panen biasanya hanya  satu kali setahun, bisa menjadi 3 kali setahun. Diperkenalkanlah varietas bibit padi yang unggul agar tercapai  swasembada pangan. Memang  berhasil sesaat. Sesudah itu terjadilah penurunan kualitas tanah yang berakibat produksi pertanian terus mengalami penurunan.

Pengenalan pupuk bio organik.

Pupuk hayati seperti Dinosaurus dalam sosialisasi di beberapa lokasi memang masih awam dan belum dikenal banyak orang. Tapi di daerah yang terpencil seperti di Flores NTT, justru banyak yang sudah mengenal pupuk hayati Dinosaurus. Karena dari sanalah pupuk ini diaplikasikan pertama kali.  Uji coba itu sendiri berlansung lebih dari satu dekade. Namun setelah mendapatkan izin edar dari pemerintah dalam hal ini Kemeneteriaan Pertanian pada akhir tahun 2018, Pupuk Dinosaurus dikenal sebagai pupuk hayati pembenah tanah (soil regenerator). Ini tentunya sangat cocok untuk saat ini di mana lahan pertanian mengalami penurun kualitasnya karena terlalu banyak residu kimia di mana bakteri pengurai tanah mati.

Hadirnya pupuk hayati Dinosaurus di tengah masyakat petani harus kita sambut dengan baik, karena hal itu berarti mengembalikan kondisi tanah seperti sedia kala.  ***/js

Baca juga Pupuk Dinosaurus Mampu Menyehatkan Lahan Pertanian

Chinese (Simplified)EnglishIndonesian
×