Merawat Rumput

7 Kesalahan Umum dalam Merawat Rumput yang Dilakukan Pemula

Salah satu hal yang dapat mempercantik halaman rumah Anda adalah rumput hias. Namun, jika tak tahu cara merawatnya, rumput akan tumbuh kurang optimal. Bahkan, rumput bisa mati. Berikut ini adalah kesalahan yang harus Anda hindari saat merawat rumput.

Memotong Rumput Terlalu Pendek

Beberapa orang menganggap, sebaiknya rumput dipotong pendek agar tak perlu terlalu sering dipotong. Ini untuk memangkas waktu perawatan rumput. Akibatnya, rumput dipotong terlalu pendek.

Rumput yang dipotong terlalu pendek membuat sistem akarnya rusak. Akibatnya, rumput jadi tak tumbuh optimal. Jika rumput dibiarkan sedikit lebih tinggi, akarnya dapat tumbuh lebih dalam. Sehingga akar ini dapat menyerap air, oksigen, dan zat hara yang dibutuhkan di dalam tanah.

Selain itu, rumput yang terlalu pendek membuatnya kesulitan berfotosintesis. Tiap helai rumput adalah daun. Semakin sedikit daunnya, semakin sulit ia berfotosintesis. Perkembangan daun dan akarnya pun terhambat.

Baca juga: Mengenal Bunga Terbesar di Indonesia

Menyiram Rumput Terlalu Sering

Jika rumput terlalu sering disiram, ia jadi lebih mudah menguning. Rumput yang terlalu sering disiram memiliki akar yang dangkal. Selain itu, rumput jadi lebih mudah membusuk. Tanah yang terlalu becek juga kekurangan oksigen sehingga membuat rumput mati. Air yang terlalu banyak juga menyuburkan gulma. Gulma akan merebut zat hara dari tanah sehingga rumput tak dapat memenuhi kebutuhannya.

Perhatikan juga jenis tanahnya. Tanah berpasir lebih sulit mengikat air, sehingga lebih cepat kehabisan air. Jadi, rumput di tanah berpasir membutuhkan air lebih banyak. Siram rumput hanya di pagi atau sore hari untuk mengurangi jumlah air yang menguap.

Memotong Rumput di Siang Hari

Selain menyiram rumput di pagi atau sore hari, sebaiknya Anda juga tak memotong rumput di siang hari. Ketika siang, matahari panas terik. Tak hanya menguapkan air, suhu yang tinggi juga dapat membuat rumput stres. Jika Anda memotong rumput saat stres, rumput sulit tumbuh optimal. Selain itu kondisi rumput juga terlalu kering. 

Baca juga: 7 Jenis Rumput untuk Mempercantik Halaman Rumah Anda

Memotong Rumput Saat Basah

Ketika basah, rumput melengkung. Ini membuat pemotongan rumput sulit dilakukan. Akibatnya, potongan rumput jadi tak rata. Anda juga dapat salah potong dan membuat rumput menjadi terlalu pendek. Lakukan pemotongan ketika kondisi rumput tak basah dan tak terlalu kering. 

Tak Pernah Memotong Rumput

Anda merasa tak memiliki waktu untuk merawat rumput dan akhirnya tak pernah memotongnya. Anda menganggap rumput bukan tanaman hias yang perlu perawatan secara rutin. Padahal, seperti tanaman lainnya, ada kalanya rumput harus dipotong agar dapat tumbuh lebih subur.

Membiarkan Tanah Memadat

Jika Anda berpikir menyiram rumput dengan air sudah cukup, ini salah. Tanah juga perlu dijaga agar tetap gembur. Tanah yang terlalu padat membuatnya kekurangan air, oksigen, dan zat hara. Akibatnya, rumput jadi menguning karena kurang dapat tumbuh optimal.

Lubangi tanah dengan alat pelubang tanah agar tetap gembur. Beri pupuk organik hayati Dinosaurus karena sesuai dengan kebutuhan tanaman Anda. Kandungan alami dalam pupuk organik hayati Dinosaurus dapat membantu tanah tetap gembur dan sehat.

Pemupukan yang Berlebihan

Jika menggunakan pupuk kimia, sebaiknya cari tahu takaran yang tepat. Pemberian pupuk kimia yang terlalu banyak dapat membuat rumput terbakar karena kelebihan kandungan nitrogen. Garam di dalam pupuk juga dapat merusak tanah.

Hal ini tidak akan terjadi jika Anda menggunakan pupuk organik hayati Dinosaurus. Kandungannya yang alami memastikan tanaman Anda tetap sehat.

Chinese (Simplified)EnglishIndonesian
×