Jenis Sawah di Indonesia

Mengenal Jenis Sawah di Indonesia

Terdapat beberapa macam jenis sawah di Indonesia. Jenis ini dibagi berdasarkan sumber pengairannya. Ada sawah yang dialiri air alam, seperti hujan, dan air laut.

Ada juga sawah yang dialiri air dengan teratur atau menggunakan sistem. Hal ini penting untuk diketahui karena sistem pengairan yang tepat akan membuat lahan sawah menjadi subur.

4 Jenis Sawah di Indonesia

Air sangat berperan penting terhadap proses produksi pertanian. Setiap tanaman harus ditanam di lahan sawah yang tepat berdasarkan sumber pengairannya.

Terdapat beberapa jenis sawah di Indonesia yang memiliki sumber air berbeda-beda. Berikut keempat jenisnya.

Baca juga: 7 Kesalahan Umum dalam Merawat Rumput yang Dilakukan Oleh Pemula

Sawah Lebak

Jenis sawah ini mendapatkan pengairan dari rawa lebak. Lebak dapat diartikan sebagai tempat air yang tergenang dan terdapat lumpur di dalamnya. Tanah yang sering dijumpai adalah tanah mineral yang bersumber dari endapan sungai.

Untuk menunggu air tergenang, diperlukan beberapa waktu terlebih dahulu. Pada umumnya genangan tersebut juga dipengaruhi oleh hujan. Ketinggian air akan mencapai 100 cm apabila sudah mencapai lebih dari 6 bulan. Padi merupakan salah satu tanaman yang cocok ditanam di lahan sawah lebak ini.

Sawah Pasang Surut

Jenis ini berdasarkan pada lokasi lahan sawah. Lokasinya biasanya berada di sekitar pantai atau muara sungai. Oleh sebab itu, sumber pengairan lahan ini memanfaatkan pasang surut air.

Sawah baru bisa ditanami sesuatu ketika air dalam kondisi surut. Biasanya, bulan Juli sampai September merupakan waktu yang tepat untuk petani menanam di lahan ini. Sebab, saat itu merupakan musim kemarau yang menyebabkan air surut.

Sawah Irigasi

Irigasi memiliki arti pengaturan pembagian atau pengaliran air dengan sistem tertentu. Terdapat beberapa jenis irigasi seperti irigasi buatan, curah, luap, kabut, dan sebagainya.

Lahan sawah jenis irigasi ini mempunyai banyak keunggulan. Seperti bisa membasahi tanah saat kurangnya curah hujan sampai meningkatkan suhu tanah di area dingin.

Tidak seperti jenis sawah lainnnya, sawah irigasi bisa mendapatkan sumber air dengan berbagai macam metode. Misalnya, irigasi buatan dengan memanfaatkan alat untuk menyiram tanaman.

Ada juga irigasi luap berupa pemberian air dengan cara meluapkan air melalui parit atau tanggul. Selain itu, ada irigasi tembak putar memanfaatkan satu alat untuk mengalirkan air secara berputar untuk membentuk lingkaran.

Airnya dapat dipasok melalui pipa lentur yang dapat dipindah-pindahkan. Jadi, sawah irigasi ini memang dibangun sistemnya sedemikian rupa agar lahan sawah tetap subur dengan pengairan yang sesuai.

Di sawah irigasi ini, petani bisa menanam padi atau tanaman palawija, seperti kacang-kacangan, jagung, sampai umbi-umbian.

Baca juga: 5 Jenis Umbi Pengganti Nasi yang Bisa Anda Tanam Sendiri

Sawah Tadah Hujan

Sesuai namanya, sawah ini mendapatkan pengairan dari air hujan. Oleh sebab itu, sawah ini lebih sering digarap ketika memasuki musim penghujan. Biasanya, musim hujan terjadi pada akhir sampai awal tahun, mulai dari Oktober sampai Maret.

Sawah ini pun cocok ditanam tanaman yang memang bagus ditanam saat musim seperti itu. Contohnya ada padi, bayam, selada, timun, kangkung, dan sebagainya. Namun, sawah ini memiliki kekurangan, yaitu rentan terkena serangan hama dan gulma.

Itulah beberapa jenis lahan sawah yang ada di Indonesia. Pertimbangan jenis sawah ini tentu saja tidak terlepas dari kondisi geografis, tanah, dan sebagainya.Sebelum menanam, perlu diketahui dari mana sumber pengairan berasal. Sebelum menanami lahan, sebaiknya Anda menggunaka pupuk organik hayati Dinosaurus. Agar memastikan lahan siap ditanami dan memiliki cukup zat hara.

Chinese (Simplified)EnglishIndonesian
×