Panduan Bertani untuk Pemula

Bagaimana cara mulai bertani?

Anda dapat memutuskan untuk bertani sepanjang tahun atau selama satu musim saja. Jika hanya satu musim, Anda dapat menjadikan bertani sebagai pekerjaan sampingan. Jika memutuskan bertani sepanjang tahun, ukur kemampuan Anda. Seluas apa lahan yang mampu Anda kelola dan bagaimana dengan modalnya.

Bertani merupakan pekerjaan yang membutuhkan dedikasi tinggi. Anda harus membajak lahan, memberi pupuk, memanen, memasang mulsa, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jika Anda petani pemula, sebaiknya Anda bertani dalam skala kecil.

Manfaatkan lahan yang saat ini Anda miliki. Bila Anda memiliki halaman rumah, Anda dapat mulai menanaminya. Ikuti langkah-langkah berikut ini.

Menyiapkan lahan

Tanah yang paling baik untuk bercocok tanam sebagian besar tanaman budidaya adalah tanah lempung. Tanah lempung terdiri atas campuran pasir, tanah liat, dan debu. Selain itu, tanah yang Anda gunakan untuk bertani harus memiliki ph sesuai dengan jenis tanaman budidaya yang akan Anda tanam. Karena itu, siapkan lahan yang dibutuhkan tanaman Anda.

Anda dapat membersihkan lahan sebelum mulai menanam. Kemudian, Anda dapat memeriksa ph tanah. Anda dapat memberikan material organik di atas tanah agar kesuburannya meningkat. Selain itu, Anda dapat mencangkulnya agar tanah benar-benar gembur dan siap ditanami.

Baca juga: 7 Langkah Mudah Berkebun di Rumah

Menyiapkan benih

Anda dapat menggunakan benih dari biji tanaman atau membelinya di toko-toko pertanian. Namun, membeli benih akan membuat pekerjaan menanam Anda lebih mudah. Sebab, Anda dapat memastikan bahwa benih tersebut berkualitas dan dapat menghasilkan panen yang bagus. Anda juga tak perlu menunggu masa dormannya. Perhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Karakteristik tanaman yang ingin Anda tanam.
  2. Kebutuhan lahan, air, pupuk, cahaya matahari, dan suhunya.
  3. Hama dan penyakit yang mengancam tanaman tersebut.

Menanam benih

Sebelum ditanam di lahan, Anda perlu menyiapkan benih untuk berkecambah. Perhatikan karakteristik tiap tanaman dan bagaimana cara menanam benihnya. Anda juga dapat menanam tanaman dengan cara lain yaitu okulasi, stek, dan cangkok.

Baca juga: 7 Tanaman yang Cocok Ditanam di Rumah dan Perawatannya Mudah

Anda juga perlu menyiapkan mulsa dalam proses menanam benih. Mulsa terdiri dari dua jenis yaitu organik dan anorganik. Mulsa organik dipasang setelah benih ditanam. Sementara, mulsa anorganik dipasang sebelum benih ditanam.

Baca juga: 5 Tips Menanam Bunga di Rumah untuk Pemula, Mudah!

Tujuan utama dari memasang mulsa adalah menahan proses evaporasi. Evaporasi adalah proses penguapan air dari tanah. Bila evaporasi terlalu banyak terjadi, benih dapat kekurangan air yang berguna dalam tumbuh kembangnya.

Merawat tanaman

Kegiatan merawat tanaman terbagi menjadi tiga yaitu penyiangan, pemupukan, dan penyulaman. Penyiangan adalah kegiatan mencabut gulma. Tujuannya agar gulma-gulma tersebut tidak menyerap nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman budidaya. Kegiatan ini juga memiliki manfaat untuk menggemburkan tanah.

Baca juga: Mengenal Pupuk Tanaman: Sumber, Kandungan, Bentuk, dan Cara Penggunaan

Pemupukan adalah pemberian pupuk, baik organik maupun anorganik, untuk meningkatkan nutrisi pada tanah dan tanaman. Setiap jenis tanaman budidaya memiliki kebutuhan pupuk yang berbeda. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan kebutuhan pupuk tiap jenis tanaman. Anda dapat menggunakan pupuk organik hayati Dinosaurus untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.

Penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman yang mati, rusak, atau tidak sehat dengan bibit baru. Tujuannya adalah memastikan pertumbuhan tanaman optimal sehingga hasil panennya juga optimal. Anda dapat melakukan penyulaman beberapa bulan setelah penanaman. 

Memanen

Kini, Anda siap memanen. Tiap tanaman memiliki masa panennya masing-masing. Anda dapat menjualnya, mengonsumsinya, atau membagikannya.

Bagaimana cara menjual hasil panen?

Perum Bulog

Petani dapat menjual hasil panennya kepada Perum Bulog. Penjualan hasil panen dapat dilakukan oleh perusahaan berbadan hukum, usaha perseorangan, kelompok tani, atau gabungan kelompok tani. Program ini disebut sebagai Mitra Kerja Pengadaan (MKP) Dalam Negeri. Syarat untuk mengikuti program MKP dapat Anda lihat melalui website Perum Bulog.

Perum Bulog juga menyediakan pinjaman modal bagi petani. Program ini disebut dengan on-farm. Program ini terbagi menjadi empat jenis.

  1. On-farm mandiri Bulog yaitu kegiatan pertanian yang didanai oleh Perum Bulog. Petani melakukan kegiatan pertanian di lahan sendiri atau menyewa lahan orang lain.
  2. On-farm mandiri petani yaitu kegiatan pertanian didampingin oleh Perum Bulog. Perum Bulog juga akan membeli hasil panennya.
  3. On-farm kemitraan yaitu Perum Bulog membiayai usaha pertanian. Pinjaman dibayar setelah panen.
  4. On-farm sinergi yaitu pinjaman kegiatan pertanian dilakukan oleh perbankan. Setelah panen, Perum Bulog yang membeli hasil panennya.

Tengkulak

Salah satu cara populer untuk menjual hasil panen adalah kepada tengkulak. Banyak petani di Indonesia bergantung kepada tengkulak karena tidak tahu harus menjual hasil panennya ke mana. Selain itu, tengkulak memiliki jaringan distribusi hasil panen.

Mereka dapat menjual ke pasar, supermarket, toko, restoran, dan lain-lain. Karena dapat menjangkau target konsumen yang luas inilah, tengkulak dapat dengan mudah menjual hasil panen. Jika Anda ingin menghindari tengkulak, Anda harus dapat menemukan target konsumen. 

Restoran dan hotel

Petani dapat menjual langsung hasil panennya ke restoran dan hotel. Terutama, restoran dan hotel yang selalu menginginkan bahan makanan segar. Untuk mengetahui kebutuhan calon pembeli, Anda sebaiknya melakukan survei terlebih dahulu. Buat daftar mengenai restoran dan hotel yang dapat menjadi mitra Anda. Lalu, cari tahu jenis bahan makanan yang mereka butuhkan.

Anda memiliki peluang untuk bekerja sama dengan restoran dan hotel jika

  • Berada di kawasan pariwisata. Contohnya adalah Bali dan Yogyakarta. 
  • Berada di daerah padat penduduk dengan tingkat ekonomi menengah. Sehingga, restoran dan hotel selalu penuh pengunjung. Contohnya adalah Jakarta, Bogor, dan Bandung.

Berikut ini beberapa tips agar Anda dapat menjual hasil panen ke restoran atau hotel.

  1. Anda harus memiliki jadwal pengiriman yang pasti. 
  2. Anda dapat memasok hasil panen sesuai jumlah yang dibutuhkan restoran dan hotel.
  3. Kualitas hasil panen Anda bagus, konsisten, dan bersih.

Kemitraan

Saat ini, ada beberapa startup yang membuka peluang kemitraan dengan petani. Artinya, Anda dapat menjual langsung hasil panen kepada startup tersebut. Harga jualnya dianggap lebih tinggi dibanding menjual kepada tengkulak.

Sebab, target konsumen startup adalah orang-orang yang tinggal di kota besar dan berpenghasilan tinggi. Para konsumen ini tidak masalah dengan harga produk yang mahal asal segar, berkualitas tinggi, enak, dan dikirim dengan cepat. Beberapa startup yang dapat menjual hasil panen Anda kepada konsumen adalah Tanihub, Sayurbox, dan Kedai Sayur,

Marketplace

Anda juga dapat menjual sendiri di marketplace. Contohnya adalah menjual hasil panen di Shopee, Tokopedia, dan Blibli. Anda dapat menjual sayur, buah, daging, telur, susu, dan lain-lain. Tentu, berjualan di marketplace akan menyita waktu. Anda perlu mengemas produk dan mengirimkannya satu per satu kepada pelanggan. 

Pasar

Anda dapat bertanya kepada petani atau kelompok tani di daerah Anda. Cari tahu di mana pasar-pasar yang menjual hasil pertanian. Anda dapat membuka lapak atau menyuplainya kepada pedagang di pasar. Cara lain adalah dengan mendata pelanggan. Anda dapat menawarkan untuk mengirim langsung ke rumah pelanggan.

Chinese (Simplified)EnglishIndonesian
×